Empat Hari Penuh Cinta dan Rindu

Dilarang protes dengan judulnya!

Oke, sekadar kembali ke tanggal 19 Mei. Aku mendapat info untuk meeting di Bintaro pada tanggal 21 Mei. Kedubrakan? Banget. Tanggal 21 HARUS tiba pada pukul 10 pagi tanpa tapi. Mikir dong. Soalnya krucil ditinggal dari subuh itu sesuatu banget. Kalau aku pergi tanpa sempat melihat mereka bangun, kok ya aneh rasanya. Kemudian mereka bangun mendapati aku sudah tak ada di rumah, pikiranku langsung parno. Oke, aku melakukan sesuatu yang super nekat: Tanggal 20 harus berangkat. Titipkan krucil pada opung mereka di Depok, sementara aku sih nginep di mana pun jadi.

Tanggal 20 itu, aku jungkir balik degdegan menunggu kabar donatur (wakakaka, kudu ya disebut donatur? *celingukan* orangnya baca gak ya?) sekadar ongkos sampai dulu ke Depok. Nekat is my middle name. Hihihi… Setelah mendapat kepastian, aku dan krucil berangkat ke Depok. Sampai di rumah opung Sagala, menitipkan mereka yang langsung disambut heboh oleh opung dan kakaknya. Rame aja. Aku tak bisa lama karena harus segera capcus ke Pengasinan untuk bertemu Bang Gawtama di resto kecilnya. Apes banget sampai sana sudah tutuuuuuupp… *drama dimulai*

“Aku pulang ya. Nomermu sudah dicatat Rahmat,” Bang Gawtama menulis di WA yang membuatku jengkel. Yasalam, lost in the middle of nowhere deh aku. Oke, dulu Pengasinan sampai Parung adalah daerah jajahanku. Dulu, sampai tiga tahun yang lalu 😀 Sekarang kan sudah beda kayaknyaaaaa… Dengan hati gondok, aku turun di Pengasinan disambut tawa jeleknya Bang Gawtama. Kampretos.

Kami ke resto Cekerz Loverz (hey, kamu bisa follow Twitter-nya @cekerzloverz ya!) dan bertemu dengan sang koki, Kang Ivan dengan dua asistennya (elabuset lupa nama mereka 😀 ) dan Rahmat. Ternyata mereka semua memang satu tim relawan. Wokeh sip. Bertambah lagi teman dan saudaraku 🙂 Alhamdulillah 🙂 Ini hikmah pertama dari harus nekatnya aku berangkat sehari lebih awal. 😉

Aku dan Rahmat pergi ke Ciputat. Menuju base camp para relawan. Seru? Pasti 🙂 Apalagi aku sudah lebih dari 5 tahun gak ke sana. *jeng jeng* Tengah malam, dingin, dan dengan sotoynya aku baru ingat gak bawa jaket. Cihuy deh! Rasanya badan mulai kasih sinyal rada jelek nih. Udah ah, lupakan. Nikmati saja tengah malam di pinggir jalan ala preman. *halah* Makan malam sambil cekakakan bareng Rahmat seru juga. Anak muda itu ternyata bawel 😀

Pagi hari tanggal 21, aku bersiap ke Bintaro. Sumprit, seumur hidup, aku belum pernah ke daerah ituuuu… Aku menghindarinya! Wew 😀 Tetapi hari itu, aku mau tak mau harus ke sana. Berdoa agar tak nyasar pun rasanya percuma 😆 Karena terbukti, aku nyasar sampai ganti angkot 5x! Bhwahahahahaha 😆 Backpacker sejati tak takut nyasar dong ya? *pembenaran* Sampai di lokasi meeting pukul delapan pagi ternyata kepagian. But it was better than late and I lost my chance. Iya kan?

Setelah selesai satu urusan, aku menuju Giant Express persis di seberang kantor meeting pertama. Aku menunggu Shinta, upline bisnisku. Dasar banci colokan, yang dicari harus tetap stop kontak dong 😛 Sharing selama 3,5 jam dengan aneka coretan catatan berakhir manis. Aku kembali ke Depok yang disambut hujan deras gak pake ampun. Kehujanan, kuyup, dan pusing. Sampai di restonya Bang Gawtama lagi karena ingin menuntaskan penasaran 😛

violet dan surabi cokelat keju ^_^

Oke, aku sudah menikmati satu surabi rasa cokelat keju (standar banget pesananku, gegara rasa durian gak ada 😦 ) (jangan lupa follow @soerabigawat yah!) dan segelas Violet. Ini gak bisa dijelasin, pokoknya cobain aja sendiri! *enaknya wisata kuliner tuh begini* Baru selesai makan surabi (sambil mengerjakan draft tulisan yang gak kelar-kelar itu!), sudah disodorin nasi goreng selimut ala Kang Ivan. Rasanya? Cobain aja sendiriiiiii…. *kang Ivan kudu tanggung jawab karena udah bikin ketagihan nih!*

Malam hari, aku menuju kost Tammy di Margonda. Preman pasar itu kostnya masih di tempat yang sama. Bagus. Dengan sisa tenaga dan aku mulai merasa ngedrop, sampai juga di kost penuh dengan buku itu. Ini hikmah kedua. Aku bertemu dengan teman gokilku. Melepas kangen 🙂 Etapi satu hal… Emang betein kalau sekamar dengan orang yang punya status LDR. Koplak deh. Aku mau banyak cerita, tapi dianya asyik pacaran di telepon. Hih! Untung saja aku juga ditelepon Sean, jadi gak bete-bete amat sih.

Besok paginya, dimulailah drama kedua. Sakit perutku seperti ditonjok. Ya Rabb! Malah sakit di kost orang. Seharian aku gak bisa ngapa-ngapain. Tilawah aja sambil tiduran. Shalatnya hanya sanggup sambil duduk. Parah banget sakit perutnya. Yah, ini teguran dari Allah, aku udah sok jagoan jalan tengah malam setelah sekian lama gak pernah ngetes ketangguhan badan sendiri. Sotoy. Rencana pulang ke Bandung pun terpaksa ditunda. Yah, ini sih kesenengan krucil ama opungnya deh. Hehehe… Malamnya, Tammy membawa seporsi sate kambing. Ahay! Mantaaaaaappp!!! Pas banget anemia aku juga kambuh sih. Menikmatinya dengan cara meringis. Hihihihi.

Pagi hari, aku keluar dari kost Tammy. Mau gak mau, hari ini pulang. Aku mencari sarapan. Karena tidak menemukan yang pas, ketika mata melirik ke KFC Margonda, rasanya mau jedotin kepala ke kasur. Junk food lagi, An? Eeeewww…. Tapi ada colokan! Itu surga duniaku! *pembenaran lagi deh* Di sini, aku menemukan hikmah ketiga 😉 Lebih tepatnya (yang boleh diketahui pemirsah), di KFC aku hanya berteduh. Selepas ashar, aku menjemput krucil dan kembali ke Bandung 🙂

Sampai di rumah tepat pukul sebelas malam. *pingsan* Setelah membersihkan badan, kami bertiga terkapar tak berdaya. Capek ya bok! Tapi senangnya luar biasa 🙂 Hikmah, berkah, dan bahagianya berlipat ganda 🙂

Rinduku terpuaskan. Cintaku semakin berbunga. Ahay ♥ 😉 Bertemu teman lama, bertemu teman baru, mengalami nyasar lagi, dan aneka pengalaman lain itu seru lho.

Perjalanan tak selalu harus menempuh ribuan kilometer. Terkadang, meski hanya 300 kilometer, cukuplah untuk menambah lembaran kenangan berikutnya 😉

Advertisements
Categories: Journey | Tags: , , | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: