#MinangCoffee : A Journey To Find The Best Taste With Klinik Kopi

Ini bukan kisah perjalananku 🙂 Tetapi aku akan memindahkan perjalanan Klinikkopi ke tanah Minangkabau di akhir tahun 2014 lalu 😉 Enjoy! Aku jadi sangat berhasrat untuk menjejakkan langkah ke sana. It must be a great adventure, hm? Catatan perjalanan mereka panjang banget sebenarnya. Tetapi aku coba merangkum dengan sedikit penyuntingan ya 🙂

Aku hanya menampilkan beberapa gambar dan twit, selebihnya bisa cek di Twitter Klinik Kopi dengan tagar #MinangCoffee yah!

26 Desember 2014:

Oke, kami terbang dulu ke Padang. Lokasi yang dituju Nagari Lasi Bukittinggi.

Kita mulai berburu kopi dari tempat ini. Lalu naik travel 3 jam menuju ke Bukittinggi.

airport minangkabau

ini adalah proyek pendampingan kopi di Tanah Minang, mulai Solok, Bukittinggi, dan lain-lain.

Data yang kami peroleh, ada banyak banget distrik penghasil kopi, mulai Nagari Lasi, Koto Lawe, Payakumbuh.

Foto tahun lalu saat panen pertama , ini panen sudah ke dua kalinya.

foto 2013 panen kopi

27 Desember 2014:

Perburuan pertama, untuk kami ketemu green beans Dari Balingka Sumatra Barat.

green bean balingka

Kami coba espresso, manis, bau coklatnya kuat sekali. Tanah Bukittinggi emang asoy.

Biji kopi dari Nagari Lasi, Kampuang Bonjo Ambacang. 1340 mdpl, dengan pola Organik

green bean nagari lasi 2

Green beans dari Nagari Lasi ternyata tambah bagus, dibanding tahun lalu.

green bean nagari lasi

Ada beberapa pohon yang berbuah banyak sekali. Nagari Lasi emang subur sekali.

Miris, ketika kopi yang ditanam mereka bagus, justu minum kopi begini. Edukasi emang butuh proses.

kopi merek ranah minang

Pak Nazril menjadi orang pertama yang menanam kopi di Lasi di tahun 2007. 1,5thn kemudian ia panen pertama.  (pipiw307)

Dibalik enaknya kopi Nagari Lasi, ada semangat kebersamaan yang kuat. Kuncinya tentang “Saling menghargai oramg lain dan bersikap adil”.  (pipiw307)

Hari ini, Pak Nazril punya 150 pohon kopi. Beliau menjadi pemicu bangkitnya tanam kopi di Nagari Lasi.

Siang tadi rumah Pak Nazril bukan hanya penuh dengan aroma kopi tapi juga kebahagiannya yang tak terucap. Priceless moment!  (pipiw307)

Kami nyeduh kopi di depan para petani kopi, mereka bahkan kaget dengan rasa espresso.

Mereka hanya petik buah kopi yang merah, dengan warna merah proses kupas kopi jadi lebih mudah.

28 Desember 2014:

Di sini kopi banyak sekali, dan view dari desa Lasi Tuo nampak kota Bukuttinggi.

desa lasi tuo - bukittinggi

Ini adalah perjalanan mencari kopi dan sharing gimana pengolahan biji kopi hingga jadi green beans.

Tidak hanya beli kopi dari mereka, kami juga brewing di depan para petani sekitar Bukittinggi.

brewing di bukittinggi

Mereka sangat menikmati kopi dari yang mereka tanam dan yang udah kami roasting. Kopi tanpa gula lho.

Orang-orang dari pemda juga ikut icip espresso kopi dari Nagari Lasi. Wangi kata beliau…

pemda icip espresso

Meski tanpa gula, para petani kopi sangat bisa menikmati kopi dari yang mereka tanam.

menikmati kopi sendiri

29 Desember 2014:

Dome di rumah Pak Nazril akan jadi percontohan untuk petani kopi lainnya di Nagari Lasi.

Kami tidak hanya beli, tapi edukasi ke produsen (petani) sangat penting. Memperkenalkan beberapa jenis pasca panen.

Kami juga edukasi Pak Nazril untuk manual roasting, sebab selama ini beliau ngopi saset.

Hasil manual roasting Pak Nazril, 10 menitan. Medium to dark.

hasil roasting pak Nazril

Kami juga bikin cupping kopi. Pak Nazril bisa membedakan kopi fresh dan kopi abal-abal.

Ini Pak Nazril saat menikmati kopi yang dia tanam sendiri dan udah kami roasting. Wangii

kopi pak nazril

Ini ekspresi saat Pak Nazril ngicipi kopi bubuk yang biasa dia minum. Kopi abal-abal.

kopi abal-abal

30 Desember 2014:

Klink kopi, bekerja dan melakukan dengan biaya sendiri, proyek pendampingan sendiri. Dan dibantu pemda terkait soal data.

Tahu ga? Keuntungan dari penjualan kopi di klink, sebagian buat pembuatan dome untuk petani kopi.

Dari sekian warga di Bonjo Ambacang, Nagari Lasi. Hanya 2 orang yang nanam kopi.

Obrolan dengan Ketua Dinas Perkebunan Sumatra Barat, maka siang ini kami ada tawaran ke Payakumbuh.

ketua dinas perkebunan sumbar

Dari segelas kopi, banyak hal bisa dipelajari: culture coffee, pasca panen, dan pola organik.

Kopi yang kalian beli di klink, sumbernya jelas, lokasi, nama petani, varietas, bahkan menit roasting-nya.

Budaya minum Kawa – daun kopi – masih ada hingga hari ini. Meski biji kopi dari tanah Minang berlimpah.  (pipiw307)

Yang datang ke kedai Kawa dari segala usia. Sama aja seperti budaya angkringan, orang-orang minum Kawa untuk ngobrol-ngobrol.

kedai kawa

Kenapa leluhur urang awak minum kawa? Krn Belanda cuma memperbolehkan mereka ambil apa yang jatuh dari pohon kopi. Ya mostly daunnya aja.

Kawa adalah bagian pembodohan penjajah tapi budaya ini ternyata masih terus bergulir. Kedai Kawa gak pernah sepi pengunjung.

Memperkenalkan kopi Nagari Lasi ke orang lokal bukan pekerjaan gampang. Ini bukan tentang mengubah budaya tapi menghadirkan budaya baru.  (pipiw307)

Apa budaya minum Kawa akan hilang? Menurut guwe sih gak. Tapi edukasi ke orang lokal bahwa ada kopi enak do dekat mereka menjadi sangat penting.  (pipiw307)

Budaya minum kopi enak yang bisa dinikmati siapapun. Kopi yang tumbuh di tanah kelahiran mereka.  (pipiw307)

Kalian blh kok icip Kawa seperti apa. Katanya ada manfaatnya untuk kesehatan. Katanya 🙂  (pipiw307)

kawa

Yang bikin seneng kemarin adalah pak Nazril milih untuk minum kopinya sendiri dibanding kopi bubuk yang sebelumnya beliau minum.  (pipiw307 )

Sekarang Pak Nazril udah bisa bangga dengan kualitas kopinya.

pak nazril dalam dome

Di Situjuh, kopi banyak tumbuh disekitar pohon cabe. Sebab kopi masih belum pokok.  (@escoret)

Kopi yang dikupas dengan mesin justru banyak yang ambyar. Akhirnya kami pake pola: petik dan kupas di kebun.  (@escoret)

Seperti di Papua, di Payakumbuh kopi subur tanpa kena pupuk. Indonesia emang kaya.  (@escoret)

Rasa kopi ditentukan oleh petani: mau natural process, honey process, atau semi wash.  (@escoret )

Di Desa Nagari Lasi, jadi pusat percontohan pengolahan biji kopi di beberapa wilayah Sumatra Barat. Terutama Payakumbuh.

Kota Payakumbuh hanya 2 jam dari Bukittinggi, tapi budaya beda banget dengan Bukittinggi. Terutama soal tanam kopi.

Banyak kopi yang tumbuh di Situju berdampingan dengan pohon cabe. Ga ngaruh sih.

1800 mdpl, kopi arabica sangat pas banget. Ini ada di desa Situju Banda Dalam Payakumbuh.

lokasi kopi situju banda

31 Desember 2014:

Biji kopi dari Situjuh Banda Dalam Payakumbuh.

kopi situju banda

Ngasih tahu kalo pohon kopi juga butuh pohon pelindung.

Menjelaskan pentingnya petik merah, selama ini banyak petani kopi yang kurang paham.

Klinik kopi menjadi mitra dalam proyek pendamping petani kopi dengan Dinas Perkebunan Sumatra Barat.

Lokasi pendampingan petani kopi di Sumatra Barat ada di Nagari Lasi dan Situjuh Payakumbuh.

Petani di sini sudah biasa petik merah. Tiap hari bisa panen kopi.

panen petik merah

Pak Rajo, salah satu petani di Danau Atas, bisa panen kopi tiap hari.

1 Januari 2015:

Di Solok, ada 3 kelompok tani kopi : Koto Baru, Aie Dingin, dan Rojo solok. Tiap daerah pasti kopinya rasanya beda-beda.

Bentang alam sejauh mata memandang di desa Aie Dingin. Di sini kami menginap.

desa aie dingin

Sharing tentang pembuatan dome dan manfaatnya dengan para petani di Aie Dingin.

sharing pembuatan dome

Kegiatan memilih green beans Solok Aie Dingin dilakukan oleh ibu-ibu, dari pukul 9 sampi 15, upah/kg = Rp1500.

pilih green bean solok

Beberapa wilayah yang kami kunjungi rata-rata pegunungan, sinar matahari kurang sedangkan biji kopi musti cepat kering.

Itulah kenapa kami pake pola pengeringan dome, meski cuaca mendung biji kopi bisa kering cepat.

Program kami, akan bikin sebanyak-banyaknya dome agar proses pengeringan di sentra petani kopi lebih bagus.

Kabar baiknya, bahwa pembuatan dome di beberapa wilayah akan dibantu oleh dinas perkebunan Sumatra Barat. Good

Di belakang kami, itu anjang-anjang untuk penjemuran kopi. Kalo hujan, lalu ditutup pake terpal.

anjang-anjang

Good news: klinik kopi akhirnya punya kebon kopi sendiri bekerja sama dengan kelompok tani Nagari Lasi.

Urang awak di perantauan, bolehlah kalian ke untuk mencoba yang kami dapatkan langsung dari petani & dengar langsung ceritanya. (@pipiw307)

Ini bukan cuma tentang kopi, tapi tentang membantu petani-petani kopi di SumBar ini lebih semangat menghasilkan kopi berkualitas tinggi.  (@pipiw307 )

Dibalik secangkir kopi Air Dingin Solok yang kalian minum, akan membantu petani untuk konservasi bukit gundul di sekitarnya.  (@pipiw307)

Setiap sesapan kopi Nagari Lasi akan memberikan kesempatan untuk membangun dome bagi kelompok tani di sana.  (@pipiw307)

 2 Januari 2015:

Proses pengupasan kulit tanduk kopi menjadi green beans, kami beli kopi dari desa ini.

proses pengupasan kulit tanduk kopi

Skor kopi untuk Nagari Lasi 83 ( delapan puluh tiga)

kopi nagari lasi

Skor untuk kopi dari desa Aie Dingin adalah 87 (delapan puluh tujuh).

kopi aie dingin

Trip mempertemukan kami dengan banyak orang hebat dengan cerita tak biasa di balik secangkir kopi enak.

orang hebat kopi minang

Ini alat pengupas di area Danau Atas , Solok sumatra Barat.

pengupas kopi solok

Kami juga brewing di depan ibu-ibu yang grading kopi. Dari tangan beliau, kopi enak dimulai.

ibu grading kopi

Tidak hanya beli, kami juga bikinin dome buat pengeringan kopi.

pembuatan dome

Green beans dari desa Aie Dingin, area danau atas Solok Sumatra barat.  

green bean aie dingin

Kami bawa banyak cerita dari tanah Minang. Pasca panen, pesta kopi, fermentasi, natural proses dan bikin dome.

=-=-=-=-=-=-=-=-=

Selesai! Seru ya? Keren kan tanah Indonesia? Nah, masih mau ke kafe so-called internesyenel ituh? *ngok* hihihihi…

PS: aku bukan humasnya Klinik Kopi lho ya 😀  hanya berbagi ilmu yang mereka sudah kasih via Twitter, untuk kalian pecinta dan penikmat kopi. 😉

UPDATED 3 January: Edisi lengkap plus jalan-jalan dan kuliner #MinangCoffee ada di SINI 😉

ADDED 3 January:

Untuk , kami jelaskan lebih detail: varietas apa, ditanam di mana? kelompok tani mana? dan di profile apa kami buat.

Kami ada istilah , yaitu kopi yang ada hanya di bulan tertentu. Untuk kopi Papua, kami masih ada green beans-nya…

Kopi musiman adalah tidak selamanya ada, sebab kopi-kopi ini jarang banget kami dapat. Kami dapat hanya dengan jalan traveling.

yang pertama adalah dari Desa Bunjo Ambacang, Nagari Lasi Bukittinggi. Varietas Kartika di 1200 mdpl. Ditanam oleh Pak Nazril.

 Nagari Lasi kami bikin dua profile, untuk filter coffee dan satu buat espresso ( full city plus).

Kedua, kami ada kopi Dari Air Dingin Solok. Tumbuh di sekitar Danau Atas Solok Selatan.

Skor dari Air Dingin kelompok Tani Gunung Talang adalah 87 ( data dari Dinas perkebunan Sumbar)

Skor dari Kelompok Tani Selaras Alam adalah 83 ( data dari Dinas perkebunan Sumbar)

Kopi Nagari Lasi dengan Proses Semi Wash: petik, kupas, cuci.

Di Nagari Lasi, ntar akan kami buat pengolahan green beans. Bersama petani dan beberapa pemuda dari Bukittinggi.

Rencana kami, tiap petani minimal punya satu dome buat proses pengeringan kopi.

=-=-=-=-=-=

PS: Tambahan kisah tentang Pak Nazril ada di artikel tersendiri dari Klinik Kopi 🙂

Advertisements
Categories: Plan To Go | Tags: , | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: