Serial Perjalanan Nusantara

Mungkin, bagi banyak travel blogger, jalan-jalan ke mana saja dan kapan saja tak jadi masalah. Mereka mencintai profesinya, menikmati perjalanannya, dan membaginya dalam blog. Bahkan beberapa membuat catatan perjalanannya menjadi sebuah buku. Modal mereka awalnya ada yang karena merogoh tabungan, menodong teman, bonus dari kantor, menjual barang, sampai mendapatkan donatur baik hati. Have fun go mad yang bisa membuat mereka bisa memiliki personal branding yang kece itu tadi.

want to travel

Ada juga pejalan yang memang dibayar untuk melakukan sebuah petualangan dan menuliskan sesuai dengan kontrak yang sudah disepakati. Melakukan perjalanan karena bisnis. Bagian yang seperti ini asyik juga. Dikasih modal dana, ya tinggal jalan. Banyak yang keren lho, hasil reportasenya. Cakep.

Aku ingin melakukan sebuah perjalanan. Dibukukan. Keliling Nusantara. Mungkin pertema. Misalnya saja, sebuah buku tentang perjalanan ke Sabang, Bukittinggi, Garut, Cirebon, Solo, Banyuwangi, Sangatta, Enrekang, Abepura. Inginnya semua tujuan itu bukan tentang kota besar. Ingin menuliskannya dalam bentuk novel, pastinya fiksi.

Namun aku tahu, aku masih harus menelan keinginan itu karena ya…. MODAL bukan hanya soal NYALI dan KEMAUAN. Satu hal penting pun harus tersedia: DANA. 😀 Aku bukan orang yang kreatifnya sampai harus nekat jual barang sih. (Setidaknya untuk saat ini…) Masalahnya bingung mau menjual apa? 😛 Ternyata ketakutanku masih berkutat di seputar rupiah. Miris banget. 😦

Aku memendam keinginan ini sudah sekitar 7-8 tahun. Semua idenya sudah duduk manis di sudut ruang bernama mimpi. Berputar terus di kepala tanpa berani mengungkapkannya pada Tuhan. Aku hanya malumalu berbisik pada malaikat, siapa tahu ada yang berbaik hati menyampaikannya kepada Sang Pemilik Peta Dunia…

Ternyata aku belum bisa senekat itu, sementara waktu terus berjalan dan usiaku tak lagi muda. *deep breath* Jika memang tak diizinkan ke beberapa tujuan impianku, setidaknya ada TIGA tempat yang ingin kubukukan: Bukittinggi, Cirebon, dan Enrekang. Entah mengapa, tapi aku ingin sekali menulis novel berlatar tiga kota di tiga propinsi dan tiga pulau tersebut. (Meski itu berarti gak sesuai dengan judul postingan ini, sih… ) Sebelum aku kembali ‘pulang’…

Donatur ada yang mau gak, yah? 😉

Advertisements
Categories: Plan To Go | Tags: , , | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: