Jangan Menunggu, Lakukan Saja!

Saya penakut. Serius. Bahkan untuk mencoba hal baru yang sebenarnya biasa saja. Makanya, menjalani hidup yang tampak lempeng itu membosankan. Meski ada tantangan setiap hari hingga dengkul lemas, tangan gemetar, dan otak sering kesemutan, ada hal-hal yang ingin  dilakukan tetapi saya bergeming.

Saya penakut.

plan to travel

via onlinedatahub

Sudah terlalu banyak kalimat motivasi dan kutipan orang sukses yang saya baca, saya tempel di Instagram, copas ke Twitter dan Facebook, sampai menyalin dan membentuknya dalam gambar PicsArt. Saya hanya membacanya tanpa mengeksekusi. Ada dinding tebal bernama ketakutan yang belum bisa saya dobrak. Atau… Belum mau?

Hingga suatu siang, sahabat saya yang jelek dan bawel bernama Herry bertanya ringan, “An, lu punya paspor?” Alih-alih bingung, saya balik bertanya, “Emangnya buat apa?” Wajah Herry terlihat bingung.

“Ya, untuk pergi ke luar negeri lah. Gue ada undangan dateng ke Vietnam.”

“Oh. Ya, gue ntar aja deh bikinnya kalo dapet hadiah jalan-jalan ke luar.”

“Elu salah, An! Sebelum elu mencapai tujuan, elu harus membuka peluang agar tujuan itu tercapai. Elu harus bisa menyerap energi alam semesta.”

“Mestakung, begitu?”

“Nah, itu!”

“Macam yang ada di buku ‘The Secrets’ -nya Rondha Byrne itu? Jadi inget kata Mbak Dini, waktu dia cerita mau pindah rumah. Ngiklanin rumah udah, tapi kenapa gak laku-laku? Akhirnya dia packing semua barang. Eh, gak lama malah terjual. Mungkin begitu ya? Menyiapkan tujuan dengan cara membuka jalan seperti itu.”

“Nah, itu lu ngerti,” Herry tertawa menyebalkan.

Percakapan ringan itu terjadi sebelum kami berdua menonton film Jilbab Traveler: Love Sparks In Korea, 29 Juni yang lalu. Begitu film mulai diputar, tanpa sadar, saya menangis. (Oh ya, saya juga cengeng.) Saya mengamini kata-kata Herry sekaligus merutuk, ‘Ya Tuhan, sia-sia hidup 20 tahun dalam kebimbangan antara ingin menjadi traveler atau diam duduk and do nothing?’

Saya menangis nyaris sepanjang film. Selain karena memang filmnya bagus, dialog yang mengena, alam Korea dan Baluran yang ‘oh damn so beautiful‘ itu, dan ingin mulai berjalan kembali.

paspor indonesia

via travellatour

Kata Fira, my partner in crime and bestie yang selama ini tahu betapa nyebelinnya saya, dengan santainya bilang, “Ya udah, sana bikin paspor. Sekalian buat krucil juga. Tapi kayaknya bakalan ribet kalo untuk anak. Soalnya harus ada pernyataan dari bapaknya juga.” Geez… Another issue.

Nanti dulu deh. Sekarang pikirkan dulu apa yang harus saya lakukan pertama kali? Menurut apa kata Herry dan Fira? (Jadi selama ini kamu gak punya paspor, An? | Karena pikiran selama ini dibentengi rasa takut dan pesimis. Yha.)

Ada beberapa hal yang akan segera saya siapkan. Sementara itu, saya harus menunggu invoice dari dua klien cair dulu. Iya, saya freelancer. Sekian dan terima proyek menulis (dengan perjanjian pembayaran tepat waktu). 😉


PS : Saya mendapatkan materi promo film Jilbab Traveler LSIK dengan gambar Big Ben. Tebak apa yang ada dalam benak saya? 🙂

Advertisements
Categories: About Traveling / Backpacking, Plan To Go | Tags: , | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: