Wisata Kuliner Cirebon – Sesuap Kenangan Masa Kecil

Kembali ke Cirebon, artinya memuaskan rindu pada aneka makanan lezat, yang justru didapatkan di pinggir jalan atau kedai sederhana, bukan restoran atau masuk mall. Setidaknya untukku.

Tanggal 29 – 31 Juli 2016 lalu, saya pulang ke Cirebon dan kali ini bersama anak-anak. Janjian dengan sahabat tercinta Vei dan anaknya Air, berharap perjalanan kali ini akan penuh kenangan manis. Meski cuaca sangat terik dan suhu Kota Udang itu berkisar 30° Celsius, pantang istirahat tanpa makan. Hihi 😄

Jum’at, 29 Juli 2016

 

Pempek Palembang 99 Bahagia Cirebon

Saya tiba di Cirebon pukul 2 siang. Pukul 4 sore menuju jalan Bahagia.

Pempek Palembang 99 Bahagia Cirebon

Pempek Palembang 99 Cirebon

Awal berdirinya justru di pertigaan, tak jauh dari lokasinya saat ini. Pempek Palembang 99 Jalan Bahagia ini sudah ada sejak awal 1990an.

Menu pempek 99 Bahagia Cirebon

Menu Pempek 99 Cirebon

Menu andalan tentu saja pempek. Kapal selam? Adaan? Lenjer? Gurih dan lembutnya masih sama seperti dulu. Pakai ikan apa? Daging ikan anak blida, tak seperti pempek perantauan lain yang menggunakan ikan tenggiri sebagai bahan utamanya. Cukonya mantap! Saya menyeruput cuko dengan perasaan bahagia. Hamdalah.

Pempek Palembang 99 Bahagia Cirebon

Pempek Adaan dan Kapal Selam

Minuman favorit almarhumah Mama dulu adalah es kacang merah. Kalau favorit saya justru es jeruk nipis. Tapi saya harus menahan diri, karena Umar dan Salman memesan Es Milo yang sesuai dugaan, memang tidak dihabiskan. Saya kembali menjadi cleaning service. 

Saya memilih tekwan. Melihat kuahnya wangi, Salman pun melirik manja. “Boleh tekwannya buat aku, Bun?” Lah! Itu aja pempek dia habis seporsi sendiri. 😁 Baiklah, kembali mengalah. Hehehe…

Tekwan Pempek Palembang 99 Bahagia Cirebon

Tekwan

Jangan lupa untuk membeli kerupuk palembang yang kriuk dan gurih di sini. Sebungkus juga kurang.
Kenyang! Pempek 99 Bahagia Cirebon punya pelanggan baru nih! Salman berbisik, “Bun, sekarang aku jadi suka pempek.” Beda kan, pempek asli dengan yang dijual gerobakan? 😉

 

Sate Madura Cordova Cirebon

Menjelang malam hari, ketika sudah mager di penginapan, rasa lapar pun mengganggu. Baiklah, mending seret langkah keluar Hotel Cordova, tempat aku menginap, dan memesan sate madura persis di pinggir jalan, depan pintu masuk hotel.

Sate Madura Cordova Cirebon

Sate Ayam dan Kambing Madura

Antriannya lumayan. Para pembeli pun memesan antara 10-40 tusuk seorang. Saya sendiri memesan 20 tusuk. Per 10 tusuk harganya Rp12000, –
Sambil mengantri, di sebelah saya ada cowok asyik bermain Pokémon Go. Yha. 😂

Sate Madura Cordova Cirebon

Sate Ayam Madura dan Bawang Sumenep

Bumbunya ternyata kental dan banyak! Cabe rawit dan bawang merah sumenepnya yaaa Allah… Lengkap bahagianya! *lebay.
Saya memesan dua buah lontong yang harganya hanya seribu rupiah per buah.

Di hari pertama, justru kuliner pulau lain yang saya nikmati. Jiah! Gapapa. Kenyang di hari pertama di Cirebon. Mari tidur!

 

30 Juli 2016

Bubur Sop Ayam Pasar Kanoman Cirebon

Saya, anak-anak, Vei, dan Air hendak menuju Keraton Kanoman. Karena turun angkot tak jauh dari Pasar Kanoman, plus sudah masuk jam maksiat (makan siang sehat), maka mampirlah kami berlima ke sebuah warung makan bernama Baso Kinclong.

Di sana, Umar dan Salman memesan mi baso, sementara saya dan Air memesan bihun mi. Ketika melihat pada menu ada bubur sop ayam, maka saya menyarankan Vei untuk memesannya. Ndilalah, ternyata bubur sop ayamnya tersaji dua porsi. Wah, ini mah alamat saya lagi yang menghabiskan.

Bubur Sop ayam Pasar Kanoman Cirebon

Bubur sop ayam porsi jumbo

Bubur sop ayam di sini berisi bubur dengan kuah gurih rasa tauco, dilengkapi irisan tomat, bawang daun, dan kol, so’un, kacang goreng, sedikit merica, bawang goreng, dan tentu saja suwiran ayam. Di mangkuk terpisah, ada kerupuk yang menemani. Seporsi Rp10000, – saja.

Kenyang pake banget. Hamdalah. Mari lanjutkan perjalanan ke keraton.

 

Mie Koclok Panjunan Cirebon

Nah, yang satu ini memang favorit saya sejak zaman SD. Pedas mericanya yang membuat saya suka.

Saat kami berlima ke sana, kedai kecil itu sangat ramai. Jadilah kami makan di terasnya tetangga. Benar-benar pejalan gembel. 😂

Mie Koclok Panjunan Cirebon

Mie Koclok Panjunan

Mi legendaris ini memakai mi kuning dilengkapi irisan kol dan tauge diguyur kuah putih kental (yang sekilas mirip mie celor palembang, yah?), kemudian diberi suwiran ayam, irisan bawang daun kasar dan tentu saja bawang goreng dan merica. Tidak lupa dilengkapi dengan 2 potong telur ayam rebus. Sekadar info, kuah putihnya terbuat dari tepung maizena, kaldu ayam, dan santan kental.

 

Aneka Gorengan Depan Cirebon Mall

Bagi penduduk Cirebon era 1990an, kawasan ini dulu sangat ramai. Pusat perbelanjaan Cirebon Mall dulu dilengkapi Hero Supermarket, McDonald’s, Optik Tunggal, dan Toko Buku Gunung Agung. Kini, Hero berganti Ramayana Supermarket. Meski demikian, orang tetap saja menyebut Hero sebagai tujuan di Jalan Bahagia ini.

Persis di seberang Cirebon Mall, ada gerobak martabak telur dan martabak manis Pak Udin. Dulu, Pak Udin melayani martabak telur, sementara istrinya di bagian martabak manis. Tempo hari ke sana, saya gak sempat beli. Anak-anak memilih membeli klepon yang berada tepat di seberang martabak Pak Udin. Beli 10 biji, cukup Rp6000, – saja. Pada gerobak kue klepon, ada kue putu dan kue lupis juga. Sementara Vei membeli bolang-baling. Huft, entah itu minyak goreng bolang-baling sudah berapa puluh kali dipakai dan tak diganti. 😥

Tampaknya kawasan Cirebon Mall sedikit kehilangan pamor, sejak menjamurnya pusat perbelanjaan yang lain macam Grage Mall dan entah ada berapa mall lagi di kota ini. Dulu, di seberang Cirebon Mall banyak becak yang parkir menunggu penumpang. Tempo hari saya ke sana, tak ada satu pun yang mangkal. Saya harus bergeser ke depan KFC.

Mari pulang ke penginapan! Hayati lelah, Bang.

 

Ahad, 31 Juli 2016

Bubur Ayam Dan Kacang Ijo Jalan Moh. Toha

Lokasinya tak jauh dari pengkolan Jalan Siliwangi, seberang Hotel Slamet. Sepi? Boro-boro. Buka 24 jam, warung burjo ini tampak nyaris tak pernah menyisakan tempat duduk meski lima menit. Antrian di belakang masih ada yang mau membeli. Entah makan di tempat atau take away. 

Kami kebagian duduk di teras, bareng motor dan sepeda. Well, sudah mulai kaffah sebagai pejalan gembel dan dekil. Ada amin, pemirsa?

Bubur ayam Moh Toha Cirebon

Bubur Ayam Moh. Toha

Bubur ayam khas Kuningan ini unik karena tambahan wortel kering yang dicincang kecil. Bahkan lebih besar irisan topping bawang merah gorengnya. Buburnya kental dan seporsi harganya Rp6000, -. Salman, Umar, dan Vei memilih ini sebagai sarapan.

Untuk burjo, selain kacang ijo, ada pilihan campur ketan item. Tapi saya dan Air memilih burjo polos. Kacang ijonya lembut, nyaris tidak menyisakan butiran kacang terlihat. Santannya gurih dan agak encer. Harganya mursida, hanya Rp3000, –
Kenyang? Hamdalah, banget. Karena sarapan di penginapan baru siap pukul 07.30 WIB. Yeh, kesiangan itu sih.

 

Seafood Pantai Kejawanan Cirebon

Saya tidak menanyakan nama pada Mbok penjual masakan olahan laut ini. Simbok berjualan sendirian di jalan masuk menuju Pantai Kejawanan.

Seafood Kejawanan Cirebon

Olahan Hasil Laut

Di meja dagangannya ada kepiting masak bumbu yang dijual per ekor Rp15000, – (ukuran sedang) dan Rp20000, – (ukuran besar). Sementara kerang hijau per bungkus dijual Rp5000, -. Ada kepiting rebus polos per ekor dijual Rp10000, -. Ada rebon masak cabe, ikan tongkol bumbu kuning, dan entah apa lagi itu.
Akhirnya saya membeli sebungkus rebon Rp5000, – dan sebungkus kepiting kecil entah isinya berapa Rp30000, – (ditambah seekor saat jadi membeli). Kepiting itu pesanan Sodiq. Saya gak bisa makan. Alergi.

 

Nasi Jamblang Pelabuhan Cirebon

Entah bagaimana caranya, nasi jamblang di sini bisa tersohor. Bahkan ketika kami tiba di sana, tujuh mobil yang parkir berplat B semua.

Sebelum masuk ke sini, saya sudah membayangkan mau ambil lauk ini itu. Begitu sampai di meja lauk, hanya ambil sambal, tahu, dan ikan jambal. Mendadak kenyang. Wakakakaka 😁

Nasi jamblang Pelabuhan Cirebon

Sega Jamblang Pelabuhan

Saya lihat Vei mengambil paru goreng yang katanya enak. Saya menggeleng saat ditawari. Umar dan Salman mengambil dadar, tahu, sate telur puyuh, dan perkedel. Perasan protein semua deh. Bertiga dengan anak-anak menghabiskan Rp64000, –

Aroma daun jatinya yang bikin enak. Dan iringan live music yang asyik, membuat suasana makan menjadi seru dan nikmat.

 

Empal Gentong Fitri Stasiun

Ini adalah kuliner terakhir yang kami nikmati di selama berada di Cirebon. Berlokasi di seberang kanan Stasiun Kereta Api Kejaksan Cirebon, menawarkan empal gentong, lotek, dan nasi jamblang.

Empal gentong Fitri stasiun kejaksan

Empal Gentong Stasiun

Seporsi empal jeroan ini Rp20000, – dan bila tambah lontong menjadi Rp24000, – Kuahnya kental, isinya lumayan banyak. Sangat gurih dan cukup asin. Persis di suapan terakhir, saya kliyengan. Hadeh! Malu-maluin deh!

Ya, makanan penutup inilah puncak dosa saya. Godaan iman terbesar ada pada porsi terakhir yang enaknya ampun lah!

Waktunya pulang ke Bandung!

Daftar kuliner yang tak sempat kami jelajahi adalah nasi lengko, docang, sate kalong, dan tahu gejrot. Ya elah. Nanti diulang deh! Inshaa Allah. 😇

Advertisements
Categories: About Traveling / Backpacking, Journey | Tags: , , , | 3 Comments

Post navigation

3 thoughts on “Wisata Kuliner Cirebon – Sesuap Kenangan Masa Kecil

  1. rekomendasinya membaut jiwa ini tak tentram.

    Like

    • Malord… Semoga jiwamu tentram apabila bisa menyempatkan diri mampir ke Kota Udang. Terima kasih sudah berkunjung ke mari ^^

      Like

  2. Pingback: Backpacking Bandung – Cirebon : 29 – 31 Juli 2016  | Our Journey, Our Adventure, Our Heart

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: