Plan To Go

Rencana Traveling? Booking Melalui Tiket.com Aja!

Apa yang kamu butuhkan saat merencanakan sebuah perjalanan? Tiket pesawat? Tiket keretaapi? Pesan kamar hotel? Butuh mobil sewaan saat di tempat liburan atau dinas luar kota? Berburu tiket konser artis idola? Pilihan saya selalu jatuh ke tiket.com. Bebas rasa khawatirnya beneran terasa. Ngalahin rasa khawatir ditinggal gebetan. *eh

Continue reading

Advertisements
Categories: Money and Budget, Plan To Go | Tags: , , | Leave a comment

Gaya Minimalis Tebu Hotel Bandung

Kamu suka jalan-jalan ke Bandung? Apa sih yang gak ada di Bandung? Oke, pantai. Lupakan pantai. Kamu bisa menikmati indahnya setiap sudut kota dengan berjalan kaki atau angkot atau bus. Lumayan, semuanya terhitung serba dekat kok.

Hotel Tebu Bandung

Batang tebu di lobby hotel

Nah, urusan penginapan, Tebu Hotel Bandung bisa menjadi pilihan, di antara puluhan budget hotels yang ada  di kota Bandung. Lokasinya sangat strategis. Terletak di jalan L. L. R. E. Martadinata atau dikenal dengan sebutan Jalan Riau, Tebu Hotel persis berada  di sebelah de Pavillion, gak jauh dari KFC. Kalo laper, boleh jalan sekitar 150 meter lah dari hotel.

Continue reading

Categories: Money and Budget, Plan To Go | Tags: , , | Leave a comment

Jangan Menunggu, Lakukan Saja!

Saya penakut. Serius. Bahkan untuk mencoba hal baru yang sebenarnya biasa saja. Makanya, menjalani hidup yang tampak lempeng itu membosankan. Meski ada tantangan setiap hari hingga dengkul lemas, tangan gemetar, dan otak sering kesemutan, ada hal-hal yang ingin  dilakukan tetapi saya bergeming.

Saya penakut.

plan to travel

via onlinedatahub

Continue reading

Categories: About Traveling / Backpacking, Plan To Go | Tags: , | Leave a comment

Naik, Naik, Ke Puncak Gunung

Siapa juga yang nolak diajak mendaki gunung? Masalahnya, gak semua medan dakinya ramah buat semua orang pula. Nah, untuk pemula, coba deh cek beberapa gunung yang jalur pendakiannya bisa diselaraskan dengan fisikmu. Kalau sudah mahir, bolehlah kek Himalaya. *eh, gimana?

Aku ambil beberapa ringkasan aja yah? Silakan dipilih 😉

Continue reading

Categories: Journey, Plan To Go | Tags: , , | Leave a comment

Finding My Own Path

Yah, gayanya sih berniat untuk menentukan perjalanan selanjutnya. Tiga tahun terjebak dalam keadaan yang tak mengenakkan.

Jadi, rencananya adalah aku pergi keliling sendirian dulu buat “ngamen” (apalah istilah tepatnya). Ngegembel ke luar negeri seperti rencana awal setelah keliling Indonesia. Atau keluar dulu baru balik ke Indonesia. Mana yang lebih mungkin kesempatannya nanti. Rencana manusia terlalu indah dan terlihat mudah. Nyatanya sampai detik ini, aku tak kunjung berjalan selangkah pun.

Kata temanku, “Mbak, jangan kebanyakan rencana. Setiap yang direncanakan pastinya gagal tuh.” Sotoy gak sih? Minta dikeplak gak sih? Tetapi ternyata benar. Dari tahun 2011 aku rencana ke Jogja, sampai detik aku menulis postingan ini ternyata masih duduk manis di teras. I am too pathetic. 

Mungkin bagi para pejalan atau backpacker, aku ini banyak omongnya doang. Jogja tinggal naik bus dari dekat rumahku. Pool busnya hanya berjarak sekitar 1,5 kilometer. Mungkin harus nekat. Yodah, akhirnya aku mengumpulkan uang. Setiap ada kesempatan, sudah siap pergi. Tapi… Ada saja halangannya. Kalau bukan anak yang sakit, akunya sakit, atau kendala lain.

Makanya untuk menghibur diri, aku bergabung ke Komunitas Jalan2 Indonesia. Awalnya bagaimana? Mbuh 😀 Aku mendapat surel yang entah dari siapa dan bagaimana mereka mendapatkan alamat surelku, ya sudahlah aku melihat isi jeroannya forum itu. Seru dan bikin sirik. Mengapa mereka bisa jalan-jalan ke mana saja dengan semudah itu? Mbuh (lagi).

Di forum tersebut aku kenalan secara virtual dengan beberapa anggota (dan lupa lagi 😛 sementara anggotanya banyak dan aku hanya hapal Deffa Utama *jder!* ) dan lebih sering sebagai silent reader saking gemesnya karena hanya bisa sirik dengan foto jalan-jalan mereka.

Aku paling suka bagian tulisan teman-teman di sana seputar kuliner, perjalanan pertama kali ke sebuah daerah, dan update tentang aturan ke luar negeri yang biasanya seperti visa, paspor, nemu tempat menginap yang asyik, dan lainnya.

Karena aku termasuk orang yang suka ribet kalau mau jalan (apalagi dengan dua bocah yang super rempong dan bertenaga alkaline di rumah), jadinya aku baru bisa mencatat hal-hal yang kubutuhkan dari pengalaman perjalanan teman-teman di KJJI itu.

Kalau melihat contoh tulisan yang ada di KJJI, malah bikin aku gak merasa minder. Hal-hal sederhana bisa ditulis sebagai pengalaman yang unik dan seru. Meski hanya sekadar makan di warung kecil atau jalan ke pantai.

Senangnya aku, mereka semua ramah dan gokil. Gak pelit pengalaman. Cihuy gitu deh. Padahal belum pernah ketemu. Rasanya udah kayak temen lama. (si gue lagi norak ya?) Jadi apa yang mereka lalui selama melakukan perjalanan dan apa saja yang harus dipersiapkan atau mereka menemui kendala apa, jadinya kan bisa dicatat.

Lagipula, aku sedang menyusun sebuah rencana (ya Tuhan! lagi-lagi rencana!) menulis buku tentang serial perjalanan nusantara. Terlalu idealis, mungkin. Setidaknya, aku ingin menulisnya. Makanya, bahan tulisan dari hasil blusukan di forum KJJI lumayan lah bisa dijadikan referensi. Tapi emang sih, menulis tentang sebuah daerah gak cukup hanya dibayangkan tanpa datang ke lokasi aslinya. *lagi-lagi manyun.

Doain yaaaaa, Allah beneran kasih jalan agar aku bisa menuliskan novel (roman, my favorite genre ) berlatar daerah nusantara. Berharap, suatu saat benar-benar bisa mewujudkannya, demi kau dan si buah hati. *eh, kok? 😛 Just because I do wanna find my own journey… Mine. 

Gabung di KJJI yuk! 😉

-di pojok kamar, pojok kota bandung-

Categories: Plan To Go | Tags: , , , | 2 Comments

Serial Perjalanan Nusantara

Mungkin, bagi banyak travel blogger, jalan-jalan ke mana saja dan kapan saja tak jadi masalah. Mereka mencintai profesinya, menikmati perjalanannya, dan membaginya dalam blog. Bahkan beberapa membuat catatan perjalanannya menjadi sebuah buku. Modal mereka awalnya ada yang karena merogoh tabungan, menodong teman, bonus dari kantor, menjual barang, sampai mendapatkan donatur baik hati. Have fun go mad yang bisa membuat mereka bisa memiliki personal branding yang kece itu tadi.

want to travel

Ada juga pejalan yang memang dibayar untuk melakukan sebuah petualangan dan menuliskan sesuai dengan kontrak yang sudah disepakati. Melakukan perjalanan karena bisnis. Bagian yang seperti ini asyik juga. Dikasih modal dana, ya tinggal jalan. Banyak yang keren lho, hasil reportasenya. Cakep.

Aku ingin melakukan sebuah perjalanan. Dibukukan. Keliling Nusantara. Mungkin pertema. Misalnya saja, sebuah buku tentang perjalanan ke Sabang, Bukittinggi, Garut, Cirebon, Solo, Banyuwangi, Sangatta, Enrekang, Abepura. Inginnya semua tujuan itu bukan tentang kota besar. Ingin menuliskannya dalam bentuk novel, pastinya fiksi.

Namun aku tahu, aku masih harus menelan keinginan itu karena ya…. MODAL bukan hanya soal NYALI dan KEMAUAN. Satu hal penting pun harus tersedia: DANA. 😀 Aku bukan orang yang kreatifnya sampai harus nekat jual barang sih. (Setidaknya untuk saat ini…) Masalahnya bingung mau menjual apa? 😛 Ternyata ketakutanku masih berkutat di seputar rupiah. Miris banget. 😦

Aku memendam keinginan ini sudah sekitar 7-8 tahun. Semua idenya sudah duduk manis di sudut ruang bernama mimpi. Berputar terus di kepala tanpa berani mengungkapkannya pada Tuhan. Aku hanya malumalu berbisik pada malaikat, siapa tahu ada yang berbaik hati menyampaikannya kepada Sang Pemilik Peta Dunia…

Ternyata aku belum bisa senekat itu, sementara waktu terus berjalan dan usiaku tak lagi muda. *deep breath* Jika memang tak diizinkan ke beberapa tujuan impianku, setidaknya ada TIGA tempat yang ingin kubukukan: Bukittinggi, Cirebon, dan Enrekang. Entah mengapa, tapi aku ingin sekali menulis novel berlatar tiga kota di tiga propinsi dan tiga pulau tersebut. (Meski itu berarti gak sesuai dengan judul postingan ini, sih… ) Sebelum aku kembali ‘pulang’…

Donatur ada yang mau gak, yah? 😉

Categories: Plan To Go | Tags: , , | Leave a comment

Surga Rafting Indonesia

Sekali coba, pasti ketagihan! Nah, hasil intip lokasinya, rasanya asyik buat dijajal. Kamu gimana?

Sumber tulisan dari sebelah SINI 🙂

Continue reading

Categories: Plan To Go | Tags: , , | Leave a comment

#MinangCoffee : A Journey To Find The Best Taste With Klinik Kopi

Ini bukan kisah perjalananku 🙂 Tetapi aku akan memindahkan perjalanan Klinikkopi ke tanah Minangkabau di akhir tahun 2014 lalu 😉 Enjoy! Aku jadi sangat berhasrat untuk menjejakkan langkah ke sana. It must be a great adventure, hm? Catatan perjalanan mereka panjang banget sebenarnya. Tetapi aku coba merangkum dengan sedikit penyuntingan ya 🙂

Aku hanya menampilkan beberapa gambar dan twit, selebihnya bisa cek di Twitter Klinik Kopi dengan tagar #MinangCoffee yah!

Continue reading

Categories: Plan To Go | Tags: , | Leave a comment

Mengetes Jodoh: Ajak Traveling!

Serius? Aku habis baca artikel di SINI dan cukuplah nyengir sendiri.

Traveling

Seperti yang dilansir oleh elitedaily.com, Anda perlu coba untuk mengajak kekasih Anda untuk traveling agar Anda bisa melihat sisi lain dari kekasih Anda yang selama ini mungkin belum terungkap. Traveling bisa mengungkap kepribadian seseorang, dari yang sisi yang paling bagus hingga sisi yang paling buruk sekalipun. Bahkan ketika Anda mengalami masalah dengan kekasih Anda, traveling bisa jadi solusi untuk mencoba berbaikan dan menyelesaikan masalah tersebut.

Sederhananya, dalam istilah Islam adalah: Rihlah. Hal ini berlaku juga untuk mengenal teman-teman atau relasi baru. Coba deh!

Pertama

Saat traveling, Anda dan pasangan Anda akan berada di suatu tempat yang asing dan bahkan mendapatkan pengalaman-pengalaman yang tak terduga. Traveling bisa diartikan juga belajar untuk keluar dari zona nyaman, menemui tantangan-tantangan baru. Dan di situlah, Anda bisa melihat bagaimana sikap pasangan Anda saat ia berada dalam keadaan sulit.

Saat Anda dan pasangan Anda berhasil untuk menaklukkan saat-saat sulit ketika traveling bersama, Anda bisa lebih memantapkan diri untuk menikahi pasangan Anda. Jika sedikit-sedikit pasangan sudah ngambek atau menyerah ketika kesasar misalnya, hmm… mungkin Anda perlu berpikir ulang untuk menikahinya mengingat nanti ketika menikah, Anda dan pasangan Anda akan mengarungi semua suka dan duka bersama-sama.

Kedua

Traveling memberi kesempatan kita untuk meninggalkan hal-hal biasa dan rutinitas sehari-hari. Dan inilah peluang untuk mengungkap seseorang ketika ia tak lagi dalam rutinitas yang seperti biasa. Pribadi seseorang ketika ia lepas dari kesehariannya bisa jauh berbeda dari pribadi yang terlihat sehari-hari.

Anda juga bisa mencari watak pasangan Anda yang sebenarnya ketika berada dalam keadaan tertekan. Dunia pernikahan bisa dipenuhi dengan banyak konflik baru. Dan Anda dan pasangan Anda harus siap untuk hal itu. Tes kesiapan Anda dengan mengajak pasangan Anda untuk traveling. Seseorang bisa memiliki “lapisan karakter” yang bermacam-macam. Semua lapisan karakter itu pun tak bisa diperlihatkan semua dalam satu waktu. Untuk menyingkap lapisan karakter yang mungkin selama ini tersembunyi dari pasangan Anda adalah dengan mengajaknya untuk bertualang bersama.

Ketiga

Saat menikah, kita tak bisa menghabiskan semua waktu kita bersama pasangan. Ada saatnya untuk bekerja atau melakukan sesuatunya seorang diri. Traveling juga menjadi cara untuk mengetahui seberapa mandiri pasangan Anda. Ketika traveling, kita perlu menjaga diri, melakukan segala sesuatunya seefektif dan seefisien mungkin.

Kemandirian seseorang bisa terasah sekaligus terlihat ketika ia berada dalam situasi baru yang benar-benar berbeda. Jika selama ini Anda sering meragukan pasangan Anda tentang seberapa mandiri ia mengatur hidupnya, ajaklah ia pergi ke suatu tempat dan lakukan segala sesuatunya secara mandiri.

Keempat

Anda ingin memiliki pasangan dengan gaya hidup yang seperti apa? Kenali gaya hidup pasangan Anda dengan mengajaknya traveling. Setidaknya nanti ketika sudah menikah, Anda sudah siap untuk mengimbangi atau mengatasi gaya hidup yang dimiliki oleh pasangan Anda. Cari tahu bagaimana ia memanfaatkan uang ketika bepergian. Kenali karakternya ketika sedang lapar atau dalam keadaan yang kurang nyaman.

Saat menikah, ada banyak hal yang perlu dikompromikan. Kita tak bisa menuntut pasangan kita untuk berubah 100 persen sesuai dengan keinginan kita. Bagaimanapun Anda dan pasangan Anda adalah dua pribadi yang berbeda. Dan pernikahan adalah sebuah ruang untuk bisa membuat Anda dan pasangan Anda saling melengkapi.

—————-

Gimana? Siap bertualang dengan calon pasangan hidupmu?

Categories: Journey, Plan To Go | Tags: , | Leave a comment

I Am That Diana. Got It?

Ini judulnya rada kepedean sih. Tapi gak masalah. Demi. Demikian. *halah* Sebentar… Aku lagi sedang menyusun mimpi tentang satu tempat.
    London Bridge is falling down
   Falling Down
   Falling Down
   London Bridge is falling down
   My fair lady…

Lagu itu kutahu pertama kali dari kelas beginner les bahasa Inggris 😀 Lagunya asyik banget. Tentunya karena faktor “London” dan “bridge” itu. Seperti apa sih bentuknya? Adanya di mana? Penasaran.

Ini berawal dari pertanyaan sederhanaku ke almarhum Bapak bertahun silam, saat aku masih polos, lugu, dan imut-imut. 😆

“Pak, kenapa nama Teteh bule begini?” Tetapi Bapak hanya diam, tersenyum, dan melirik Mama. Akhirnya, setelah kudesak sambil merengek penasaran, Mama menjawab begini, “Bapakmu itu nge-fans banget sama Lady Diana. Kamu lahir ketika Pangeran Charles mulai dekat dan berencana bertunangan dengan ibu guru itu. Jauh sebelumnya, Bapakmu memang sudah berharap jika anak yang lahir berjenis kelamin perempuan, akan diberi nama Diana.”

ngebayangin saat Diana Spencer menikah di sini...

ngebayangin saat Diana Spencer menikah di sini…

Aku nyengir. Berat bener itu nama. Harapan Bapak adalah seperti ini: aku menyukai anak kecil seperti Diana Spencer yang pernah menjadi guru. Kemudian, ramah dan mudah bergaul. Lalu, hidup bahagia selamanya.

Oh, crap! Bagian itu bikin aku terkekeh. “Pak, tinggal di istana itu kayak dongeng aja deh,” aku menggeleng. Tapi Bapak buru-buru menyanggah. “Hus! Maksudnya gini lho, Teh. Kamu hidupnya yang lurus aja, gak usah pake macem-macem lah. Dinikmati, ya. Sekolah yang bener, kuliah lulusnya tepat waktu, kerjanya juga yang rajin biar naik jabatannya juga mudah.” *glek* Aku kecil hanya bisa nyengir. Tapi kemudian, satu hal yang pasti, aku jadinya NGEBET SETENGAH MAMPUS UNTUK BISA KE BUCKINGHAM PALACE. *catat dalam wishlist*

ada menu sate ayam madura gak saat dinner?

ada menu sate ayam madura gak saat dinner?

Ketika tahun 1997 Lady Di tewas kecelakaan, lumayan sedih juga. Sampe sempet mikir, “Waduh, kakak kembar gue meninggal nih. Gak bisa liat dia wara wiri di tivi lagi dong? Etapi ada anaknya yang ganteng itu yaks?” 😆 Dan hal itu semakin menguatkan impian untuk datang ke ke Inggris. Demi apa? Demi merasakan kesempurnaan menjadi seorang Diana. (oke, ngigo ya? 😛 ) Pengin banget nginjek London trus dengan noraknya bilang, “Aku sudah sempurna menjadi seorang Diana.” *ngakak koprol sepuluh kali lapangan bola Old Trafford*

Oke, apa sih yang bikin aku makin tergila-gila dengan Inggris dan kenapa aku harus pergi ke Inggris??? MANCHESTER UNITED!!! Sejak tahun 1990, tepatnya. Itu saat pertama kali ngerti kenapa 22 orang lumayan bodoh berebutan satu bola yang menggelinding di lapangan segitu luas selama 90 menit dan yang capek sebenernya penontonnya 😆 Kenapa harus MU? Kenapa bukan Chelsea atau Liverpool atau Arsenal? Jujur aja, dulu sih pertama kali alasannya cukup naif: David Beckham! Moahahahahaha… Etapi setelah mempelajari tentang sejarah MU, oke, memang layak didukung lahir batin! Glory Glory Manchester United! \m/

GLORY!!

GLORY!!

Nah, apa lagi?

I got arms that long to hold you
And keep you by my side.
I got lips that long to kiss you
And keep you satisfied, oooh.

Ahahahaha, YEAH! BEATLES!!! Entah karena apa aku bisa suka banget sama Beatles. Faktor Lennon? Faktor McCartney? Faktor lagu-lagunya yang emang bikin aku selalu merasa nyaman? Yang pasti, ini karena Bapak dan Mama dulu suka ngajak aku ngobrol soal kwartet Inggris ini, terutama faktor Yoko Ono itu lho, dan akhirnya bikin aku penasaran untuk muterin lagu Beatles pertama kali…. Lagu “Yellow Submarine.” Salah lagu deh. Aku gak begitu klik ketika pertama kali mendengarnya. Ah, tapi sutralah. Oh ya, aku ingat di kelas les bahasa Inggris, ada sesi menghapal lagu “Yesterday”. Entah kenapa lagi, lagu ini yang bikin aku makin penasaran dengan Inggris. Lagu mellow yang bikin aku gak berhenti berkhayal… Kapan ya ke Inggris?

ngimpi ngerasain nyeberang di sini :D

ngimpi ngerasain nyeberang di sini 😀

Robin Hood (oh, he should be my real hero, then), Thames River, Big Ben, Sherlock Holmes, Harry Potter (ehm, aku gak harus nyungsep nyasar di Platform 9¾, kan?),  daaaaaaaaaaaaaaaannn…. Pangeran William! Eh, aku punya kesempatan bertemu “anakku” gak? *ditimpuk pakai mahkota ratu* 😛 Hey, because am that Diana. Rite? No! 😛

Kenapa aku harus ke Inggris? Karena ingin belajar berbahasa Inggris sesuai aksen aslinya yang seksi itu. Selama ini kan aku ngoceh dengan gaya Paman Sam. *sok iye* Dan tentu saja sekali lagi, demi penyempurnaan jati diri. Oke, ini memang sotoy. Ini pasti dibilang gila dan lebay. Tapi karena ada “sesuatu” di sana yang membuatku harus ke sana. Namaku berasal dari seseorang yang pernah hidup di London. Seperti harus menuntaskan satu keping puzzle yang tersisa, eh? *drama dimulai!* Well, am a full time dreamer, for sure.

Tulisan ini sangat singkat dan semua bagiannya hanya menampilkan satu titik dari setiap tempat yang ingin aku satronin. Gak bakalan kutulis lengkap dengan amat sangat detail seolah pernah ke sana. Itu sih tinggal colek om Gugel ajah. Nanti, setelah aku benar telah menginjakkan kaki di Inggris, baru kutulis dengan rinci dan sepenuh cinta. *halah banget* Loooohh.. Iya dong, kalau menulis langsung dari lokasinya, akan terasa berbeda tulisannya.

Hidup itu dimulai dari sebuah impian. Untuk bisa lebih menikmatinya, coba ambil sebungkus camilan. Sensasi kriuknya bikin ketagihan, kan? Iya, begitu pula dengan satu mimpiku. GO TO ENGLAND TO FEEL BEING THAT DIANA EVEN FOR A MOMENT. 😉

Categories: Plan To Go | Tags: , , | Leave a comment

Create a free website or blog at WordPress.com.